|
|
|
|
|
|
Sila 1 : Ketuhanan yang Maha Esa
|
1.
2.
3.
4.
5.
6
|
Mayakini terhadap adanya
Tuhan Yang Maha Esa dengan sifat-sifat-Nya Yang Maha Sempurna,
Mahakasih, Mahakuasa, Maha adil, Maha bijaksana dan sifat suci lainnya
Takwa terhadap Tuhan Yang
Maha Esa dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala
larangan-Nya.
Tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain
Memelihara kebersihan dan
kemakmuran sarana peribadatan
Sebagai Bangsa Indonesia taat menjalankan ibadah sesuai
dengan agama dan kepercayaan masing-masing
Menjalankan ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing masing
|
Tidak percaya terhadap adanya
Tuhan yang Maha Esa dengan segala sifat sifatnya
Tidak mau menjalankan semua
perihtah Tuhanya dan selalu melakukan kesalahan
Memaksakan suatu agama kepada orang lain
Mengotori lingkungan sekitar
Tidak menjalankan ibadah dengan baik dan benar yang mana
tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
Sebagai umat beragama tidak menjalankan
syariat agamanya dengan tertib dan baik
|
|
Sila 2 :
Kemanusiaan yang adil dan beradab
|
7.
8.
9.
10.
11.
12.
|
Menjadi manusia yang beradab yang memiliki
daya cipta, rasa karsa, dan keyakinan sehingga jelas adanya perbedaan antara
manusia dan hewan.
Menjunjung tinggi nilai HAM, tidak melakukan deskriminasi terhadap
etnik, ras maupun agama
Bersikap adil terhadap sesama manusia
Menyaring budaya asing yang masuk dan disesuaikan
dengan kepribadian bangsa
Tidak bersikap otoriter terhadap kemauan dan keinginan
Mengakui terhadap perbedaan suku bangsa
(etnis) dan kebudayaan bangsa yang memberikan arah dalam pembinaan kesatuan
bangsa
|
Bersikap yang semena mena dan tidak beradab tidak
seperti sikap manusia yang luhur sebagai man mestinya
Tidak menjunjung tinggi nilai HAM, melakukan deskriminasi terhadap
etnik, ras maupun agama
Bersikap nepotisme dan lebih mementingkan satu pihak
saja
Menerima semua budya dari luar tanpa memilah-milah
yang sesuai dengan pancasila
Bersikap otoriter terhadap kemauan dan keinginan
Mementingkan suku bangsanya sendiri tanpa mau melihat perbedaan sebagai
arah yang positif dalam pemersatu bangsa
|
|
Sila 3 :
Persatuan
Indonesia
|
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
|
Selalu mendahulukan kepentingan
umum diatas kepentingan pribadi
Meyakini bahwa kedaulatan Negara
berada ditangan rakyat
Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah
air Indonesia
Rela berkorban demi bangsa
Turut menjaga rasa kekeluargaan
dan keharmonisan keluarga,lingkungan masyarakat,sekolah
Mau bergaul dengan siapa saja tanpa membedakan SARA
Bersatu demi menjunjung nama baik bangsa Indonesia
|
Mendahulukan kepentingan golongan
saja
Bersikap pasif terhadap adanya
kedaulatan Negara
Tidak mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan
bertanah air Indonesia
Apatis terhadap bangsa sendiri
Acuh dan tidak mau menjaga nama
baik lingkunganya
Hanya bergaul dengan satu ras
yang sama
Tidak mau bersatu dan bergaul dan
hanya bekerja dengan sendirinya saja
|
|
Sila 4 : Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilam
|
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26
|
Keseimbangan antara hak dan kewaji-ban, serta
menghormati orang lain
Bersikap kritis dan memiliki kepedulian terhadap
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara supaya sesuai dengan
nilai-nilai Pancasila
Musyawarah untuk mufakat dicapai dalam
permusyawaratan wakil-wakil rakyat.
Berpartisipasi dalam PEMILU
Melakukan musyawarah dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani
yang jujur
Mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan individu
Memberikan hak dan kewajiban yang sama terhadap sesama manusia
|
Tidak mau menghormati dan bersikap melecehkan
terhadap orang lain
Bersikap acuh tak acuh dan tidak peduli terhadap
sekitar
Menyelesaikan masalah hanya sepihak saja dan tidak
melalui jalur musyawarah
Menjadi golongan putih atau tidak bertasipasi dalam PEMILU
Melakukan musyawarah dengan akal tidak sehat dan tidak sesuai dengan
hati nurani yang jujur
Mengutamakan kepentingan individunya daripada kepentingan bersama
Memberikan kewajiban yang berat tanpa adanya hak
yang seimbang terhadap sesama manusia
|
|
Sila 5 :
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
|
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
|
Mengembangkan nilai luhur keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia
Berupaya
bekerja keras dalam setiap penyelesaian tugas/pekerjaan
Menjaga keseimbangan
antara hak dan kewajiban
Memberikan perilaku yang sama terhadap semua
orang
Gemar
menabung untuk kebutuhan hidup dimasa depan
Mengembangkan
semangat gotong royang dan kekeluargaan.
Bertutur kata, berpenampilan dan berprilaku yang
sederhana dan wajar
suka
melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan social
suka
berkerja keras dalam memecahkan atau mencari jalan keluar terhadap
masalah-masalah yang dihadapi
Tidak melakukan
perbuatan yang dapat merugikan orang lain/umum,seperti mencoret-coret
tembok/pagar sekolah atau orang lain,merusak sarana dan prasarana
sekolah/umum,dan sebagainya.
Suka melakukan
kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial
malalui karya nyata.
Mengembangkan sikap
gotong-royong dan kekeluargaan dengan lingkungan masyarakat sekitar.
|
Mendiskriminasikan
keadilan
Malas
malasan dalam menyelesaikan masalah dan sering menunda nunda
Tidak menjaga
keseimbangan antara hak dan kewajiban
Mendiskriminasikan
sesamaa
Gemar
menghambur hamburkan uang dan tidak mau menabung
Tidak mau
saling gotong royong dan acuh terhadap sesame
Berperilaku
tidak sopan dan berpenampilan tidak sewajarnya
Acuh tak
acuh terhaap semua perbuatan yang berhubungan dengan kemajuan dan keadilan social.
Tidak suka
bekerja keras dan pasrah dalam menghadapi masalah.
Selalu
berbuat onar yang dapat meugikan orang lain.
Tidak suka
melakukan perbuatan yang berkeadilan sosial malalui karya nyata.
Selalu egois dan
tidak mau bekerja sama.
|
Selasa, 16 September 2014
Tugas 3 PKn "Sikap Positif dan Negatif Pancasila sebagai Ideologi Terbuka"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar